Kapastitas Penyimpanan
Bit adalah unit data terkecil yang dipergunakan komputer. Bit bisa dipakai untuk melambangkan dua macam data atau informasi, seperti ya atau tidak. Data-data yang bisa dijumpai sehari-hari memiliki banyak bentuk, antara lain: suara, huruf, angka, foto, gambar, film dan lain sebagainya.
X2 H2O
Setiap angka 0 dan 1 biasa disebut Bit. Bit adalah singkatan dari Binary Digit. Kata Binary- yang berarti dua atau sepasang- diambil dari nama Binary Number System (Sistem Bilangan Biner). Binary Number System adalah salah satu sistem bilangan yang dipakai komputer yang hanya menggunakan dua simbol bilangan untuk mewakili suatu besaran nilai yaitu 0 dan 1. Berbeda dengan manusia yang menggunakan sistem bilangan desimal yang terdiri dari 10 simbol bilangan : 0-9.
Delapan Bit sama dengan 1 Byte yang bisa melambangkan 256 satuan informasi, seperti angka atau kombinasi angka dan huruf. 1 Byte kira-kira sama dengan satu karakter. 10 Byte kira-kira sama dengan satu kata. Dan 100 Byte kira-kira sama dengan satu kalimat sederhana.
X2 + 5Y3
X2
H2O + 5NO2
1000 Byte (tepatnya 1.024 Byte tergantung defenisi satuan yang dipakai) setara dengan 1 Kilobyte yang kira-kira sama dengan satu paragrap dari tulisan yang sedang anda baca, dan 100 kilobyte kurang lebih sama dengan satu halaman penuh.
1000 Kilobyte sama dengan1 Megabyte. Pada masa-masa awal dunia perkomputeran, 1 Megabyte adalah jumlah data yang sangat besar. Namun pada hari ini komputer dengan hard drive 80 Gigabyte merupakan hal yang biasa, 1 Megabyte tidak lagi dianggap sebagai ukuran yang sangat besar. Sebuah floppy disk tua yang berukuran 3 1/2 inci sanggup menampung 1,44 Megabyte atau setara dengan muatan sebuah buku tulis kecil. 100 Megabyte bisa menampung sejumlah ensiklopedia.
1000 Megabyte kira-kira sama dengan1 Gigabyte. 1 Gigabyte adalah istilah yang sangat umum yang dipakai pada saa
t ini ketika berbicara tentang kapasitas sebuah disket atau drive storage. 1 Gigabyte data hampir sama dengan dua kali jumlah data yang bisa ditampung sebuah CD-ROM, atau seribu kali lipat kapasitas sebuah disket 3 1/2 inci. 1 Gigabyte sanggup menampung isi dari seluruh buku di atas rak sepanjang sepuluh yar. 100 Gigabyte bisa menampung isi satu lantai perpustakaan berisi jurnal akademis.
1000 Gigabyte sama dengan 1 Terabyte atau 1 triliun Byte. Untuk saat ini Terabyte belum termasuk istilah yang biasa digunakan. Sekedar gambaran, 1 Terabyte bisa menampung 3,6 juta image atau kira-kira 300 jam rekaman video berkulitas baik. 1 Terabyte sanggup menampung 1000 kopi Encyclopedia Britannica.
1000 Terabyte sama dengan satu Petabyte atau satu juta Gigabyte. Sulit untuk membayangkan besarnya jumlah data yang dapat ditampung oleh satu Petabyte. Satu Petabyte bisa menyimpan isi dari dua puluh juta buah filing cabinet ( lemari penyimpan data) empat pintu dengan muatan penuh, atau lima ratus milyar lembar teks yang sudah dicetak. Sementara untuk menyimpan data dengan jumlah tersebut kita membutuhkan lima ratus juta disket biasa.
1000 Petabyte lebih kurang sama dengan satu Exabyte atau satu milyar Gigabyte. Tidak begitu banyak satuan ukuran perbandingan yang dapat menggambarkan satu Exabyte. Sampai-sampai dikatakan bahwa 5 Exabyte sama dengan jumlah seluruh kata-kata yang pernah diucapkan manusia.
1.000 Exabyte kira-kira sama dengan satu Zettabyte. Sampai sekarang belum ada satuan ukuran yang dapat menggambarkan satu Zettabyte, yang jelas kita membutuhkan angka satu dengan banyak nol.
1000 Zettabyte sama dengan satu Yottabyte. Lagi-lagi sangat sulit untuk menggambarkan kapasitas satu Yottabyte.
1000 Yottabyte sama dengan satu Brontobyte. Satu-satunya yang dapat dikatakan untuk menjelaskan satu Brontobyte adalah sebuah angka satu diikuti dengan 27 nol dibelakangnya.
Berikut diagram sederhana satuan ukuran besaran data:
* 1 Bit = Binary Digit
* 8 Bits = 1 Byte
* 1000 Bytes = 1 Kilobyte
* 1000 Kilobytes = 1 Megabyte
* 1000 Megabytes = 1 Gigabyte
* 1000 Gigabytes = 1 Terabyte
* 1000 Terabytes = 1 Petabyte
* 1000 Petabytes = 1 Exabyte
* 1000 Exabytes = 1 Zettabyte
* 1000 Zettabytes = 1 Yottabyte
* 1000 Yottabytes = 1 Brontobyte
Cara Menghitung Byte Ke Bit atau Sebaliknya
Perhitungan dengan mengkonversikan dari byte ke bit maupun sebaliknya tidak jarang terjadi dalam perhitungan suatu kapasitas, misalnya dalam perhitungan lebar pita untuk mentransmisikan data dari suatu alat ke alat lainnya. Berikut uraian singkat untuk konversi hal tersebut.
Jika satuan yang anda gunakan adalah byte, maka nilai yang ada pada byte harus dikali dengan delapan, seperti kita ketahui, 1 byte adalah 8 bit. Begitu juga untuk mengkonversikan dari byte ke bit, dimana 1 bit adalah 1/8 bit. Misalnya berapa byte kah nilai desimal dari 1 kilo bit? Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
* 1 byte = 8 bit
* 1 kilo bit = 1024 bit
* Sehingga 1 kilo byte = 1024 x 8 bit = 8192 bit
Begitu juga dengan pertanyaan berikut, berapa bit kah 1 kilo byte? Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
* 1 byte=8 bit atau 1 bit=1/8 byte
* 1 kilo byte = 1024 / 8 bit = 128 bit
Data yang tersimpan dalam komputer tersebut sebenarnya merupakan kumpulan dari angka 0 dan 1. Kumpulan angka 1 dan 0 inilah yang sering diterjemahkan sebagai ‘bit’ dari data biner.
Jika didalam kehidupan sehari-hari kita dapat menentukan kecepatan sebuah kendaraan entah itu motor ataupun mobil, begitu pula dengan ketika terjadinya transfer data dalam jaringan komputer.
Beberapa satuan standar transfer data yang sering dipergunakan dalam jaringan komputer adalah :
bit:
bit adalah ukuran terkecil data dalam sebuah komputer. bit biasanya hanyalah merupakan pilihan antara 0 dan 1. Dimana 0 biasanya berarti ‘Off’ dan 1 berarti ‘On’. Pada akhirnya komputer akan mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi format digital yang lebih kompleks untuk merepresentasikan data. Istilah bit mulai diperkenalkan oleh seorang statistik terkenal John Tukey pada tahun 1946 (http://www.danbbs.dk/~erikoest/bb_terms.htm).
bps:
bit per second. Jumlah bit yang ditransfer dalam satu detik.
kbps:
kilo bits per second. Jumlah kilobits yang ditransfer dalam satu detik.
1 kbps = 1 x 10^3 bit/second = 1000 bit/second.
Byte:
Byte adalah merupakan kumpulan beberapa bit (1 Byte = 8 bit ). Byte biasanya merepresentasikan sebuah karakter (Misalkan seperti A, ?, -, dll). Karakter ini bisa berupa huruf, angka ataupun simbol tertentu.
Bps:
Byte per second. Jumlah byte yang ditransfer dalam satu detik.
KBps:
Kilo Byte per second. Jumlah KiloByte yang ditransfer dalam satu detik.
1 KBps = 1 x 2^10 byte/second = 1,024 byte/second
bit mempergunakan satuan desimal oleh sebab itu :
1 kilobit = 1 x 10^3 bit = 1000 bit
sedangkan byte mempergunakan satuan biner, oleh sebab itu :
1 KiloByte = 1 x 2^10 = 1024 Byte.
Berikut ini satuan Byte lainnya:
1 byte = 8 bits
1 kilobyte (K / KB) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
1 megabyte (M / MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
1 gigabyte (G / GB) = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
1 terabyte (T / TB) = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
1 petabyte (P / PB) = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes
1 exabyte (E / EB) = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes
Huruf “K” (huruf k besar) dipergunakan untuk satuan KiloByte, sedangkan
huruf “k” (huruf k kecil) untuk satuan kilobit.
Contoh perhitungan Byte dan bit
Misalkan anda memiliki sebuah file yang terdiri dari 100.000 kata dan anda ingin tahu berapa lama kita bisa mendownload file tersebut melalui internet yang memiliki koneksi 33.600 bps.
Asumsikan dalam setiap kata terdiri dari 5 huruf/karakter. Berarti jika ada 100.000 kata, maka anda memiliki 500.000 huruf/karakter:
Setiap karakter terdiri dari 1 Byte, berarti anda memiliki 500.000 Byte
Setiap Byte terdiri dari 8 bit, berarti 500.000 Byte yang anda miliki bernilai 500.000 x 8 = 4.000.000 bit
Selanjutnya 4.000.000 bit yang anda miliki dibagi dengan 33.600 = 119 detik
Artinya waktu anda untuk mendownload file yang memiliki 100.000 kata kurang lebih 119 detik (2 menit) dengan kecepatan akses 33.600 bps
Dalam jaringan komputer, biasanya Byte dan bit dipakai utk menggambarkan kecepatan transfer/download data.
Satuan KBps (KiloByte/second) dipakai jika data di sini secara umum memakai Byte untuk satuannya (contohnya seperti protokol-protokol yang ada pada level aplikasi seperti http,ftp,smtp,dsb).
Sedangkan kbps (kilobit/second) dipakai jika data yang ditransfer memakai bit untuk satuannya (contohnya adalah protokol-protokol layer 2 ke bawah seperti ethernet yang mentransfer data dalam frame-frame).
Itu sebabnya kecepatan sebuah modem tertulis = 33.6 kb/s (karena modem termasuk dalam protokol layer 2 kebawah seperti halnya ethernet), sedangkan saat kita mendownload sebuah file, maka browser akan memperlihatkan (misal) 3 KB/s (karena browser terkoneksi dengan protokol http/ftp).
Mengapa 1 Byte = 8 bit ?
Ada dua cerita. Pertama, saat masih jaman punch card (kartu berlubang). Kedua, saat jaman pertama munculnya teknologi prosesor yang berbasis 8 bit.
Cerita pertama. Punch card teknologi terakhir mampu menangani karakter sejumlah 64 karakter dimana tiap karakter dikodekan dalam susunan 8 kombinasi lubang. IBM, selaku produsen mesin punch card, menyebut kombinasi 8 lubang tsb dengan ‘byte’ yang katanya semakna dengan ‘octet’. Meskipun begitu, kombinasinya masih belum dalam format ASCII karena waktu itu memang belum ada standarisasi ASCII.
Cerita kedua, lanjutan dari cerita pertama. Teknologi punch card ini kemudian berkembang menjadi teknologi prosesor yang saat itu baru mampu bekerja dalam kombinasi biner 8 digit. Maka diadopsilah kombinasi 8 lubang punch card ke dalam biner 8 digit yang semakin ‘menguatkan’ istilah ‘byte’.
Demikianlah, akhirnya ‘byte’ kemudian dipake sebagai satuan 8 digit biner. Sehingga walaupun teknologi prosesor berkembang hingga mampu bekerja dalam 16 digit, tetap disebut sebagai 2 byte.
Kemudian, sekedar menambah informasi. Karakter ada dua jenis, yaitu singlecode character dan unicode character. Keterbatasan standar ASCII yang hanya mengenali sejumlah 256 karakter tidak lagi mencukupi kebutuhan perkembangan IT yang semakin mendunia. Pada awalnya, hal ini diatasi dengan mengembangkan character encoding yang memetakan ulang 256 karakter untuk wilayah2 tertentu. Misalnya, di Asia karakter ke-60 adalah ‘A’, tapi di Eropa karakter ke-60 adalah ‘À’. Tapi ini jadi masalah saat tulisan Eropa (dengan encoding Eropa) mau dibaca di Asia (dengan encoding Asia) karena tulisannya jadi kacau balau. Karena itu dikembangkanlah standar baru yang disebut unicode character dimana satu karakter tidak lagi diwakili 1 byte, melainkan 2 byte.
Rabu, 01 Desember 2010
Diposting oleh rudi di 00.26
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar